Memiliki tubuh yang kurus ataupun gemuk pada sebagian orang memang bisa dipengaruhi oleh pola hidup masing-masing. Akan tetapi lain halnya juga pada sebagian besar lainnya. Seringkali perkara tubuh gemuk ataupun sebaliknya ,kurus, tidak mudah untuk dirubah baik dengan mengatur pola makan , berolahraga, atau dengan hal-hal lainnya yang bisa mempengaruhi bentuk tubuh. Mungkin bagi kita yang bertubuh kurus , sebagian besar tidak menjadi masalah kecuali memang jika qadarullah ada masalah kesehatan yang dialaminya. Itupun in syaa Allah bisa diatasi dengan berobat ataupun mengkonsumsi makanan bergizi baik. Lantas bagaimana dengan kita-kita yang gemuk, yang sudah berusaha semaksimal mungkin , baik dengan mengontrol makan dan banyak berolahraga, akan tetapi qadarullah masih bertubuh gemuk?. Apakah setiap kita yang gemuk sudah pasti tidak baik?. Bagaimana pandangan syariat mengenai permasalahan ini ?.

Bukan berarti setiap kita yang memiliki perut besar berarti tercela dari sisi pandangan syariat Islam. Dalam hal ini , ada sebuah komentar cerdas yang pernah dilontarkan oleh salah seorang sahabat mulia , yang memperlihatkan betapa wara’nya beliau dalam melihat perkara duniawi. Beliau adalah salah seorang dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah , dan juga khalifah kedua. Beliau adalah Umar ibnul Khattab رضي الله عنه. Suatu ketika , beliau pernah bertemu seseorang di jalan, dan bertanya kepadanya. “Kenapa perutmu besar seperti ini?”, tanya Umar bin Khattab رضي الله عنه. “Ini karunia dari Allah,” jawab orang tersebut. “Ini bukan berkah, tapi azab dari Allah!”, seru Umar رضي الله عنه. Beliau pun melanjutkan dalam sebuah perkataannya yang masyhur :

“أَيُّهَا النَّاسُ، إِيَّاكُم وَالبِطنَُة، فَإِنَّهَا مُكَسِّلَةٌ عَنِ الصَّلَاةِ، مُفْسِدَةٌ لَلجِسْمِ، مُؤشِرَةٌ لَلسَّقَمِ، وَلٰكِن عَلَيْكُم بِالقَصْدِ فِي قُوتِكُمْ، فَإِنَّهُ أَدْنٰى مِنَ الإِصْلاَحِ، وَأَبْعَدَ مِنَ السَّرَفِ، وَأَقْوٰى عَلٰى عِبَادَةِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِنَّهُ لَنْ يُهْلِكَ عَبْدٌ حَتّٰى يُؤثِرَ شَهْوَتَهُ عَلٰى دِيْنِهٖ”

“Hai sekalian manusia, hai sekalian manusia. Hindari perut yang besar. Karena membuat kalian malas menunaikan shalat, merusak organ tubuh, menimbulkan banyak penyakit. Akan tetapi makanlah kalian secukupnya, karena sesungguhnya yang demikian lebih dekat kepada perbaikan, terhindar dari sifat boros, dan lebih giat beribadah kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sesunguhnya tidak akan hancur seorang hamba hingga ia menundukkan syahwatnya demi agamanya. ”

Betapa dalam perkataan Umar رضي الله عنه. Yang beliau maksudkan bukan masalah bentuk dan ukuran perut yang terlihat besar. Akan tetapi yang beliau khawatirkan adalah perut besar bisa menyebabkan seseorang terlalu mengikuti syahwatnya. Bahkan dari sisi medis, perut besar rentan akan berbagai penyakit. Memang makan adalah perkara mubah. Akan tetapi banyak dari kita yang terlalaikan dengan banyak perkara mubah yang dinikmati, hingga bisa mengantarkan kepada terjajahnya jiwa oleh nafsu syahwat, bahkan bisa menyebabkan seseorang bermalas-malasan dalam melakukan ketaatan. Wal ‘iyadzubillah.