Bodoh dan Dzalim ini lah dua sifat manusia yang Allah kabarkan di dalam Al Quran. Ya benar , bodoh, berapa banyak perbuatan yang kita lakukan tanpa memikirkan akibatnya dan berapa banyak kesalahan yang kita pura-pura tidak mengetahuinya (dzalim).

Allah Ta’ala berfirman,

 

إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”. (QS. Al-Ahzab: 72).

Bila engkau menyadari akan sifatmu ini, ketahuilah bahwa semua manusia memiliki aib dan kekurangan maka sekarang juga pegang lidahmu dan katakan padanya tutuplah aib saudara mu…

Islam telah mewajibkan bagi seluruh manusia agar menutup aib dan kekurangan yang ada pada dirnya atau yang ia ketahui dari saudaranya, Rasulullah bersabda,

” Tidaklah seorang hamba menutupi -kekurangan atau aib – orang lain di dunia niscaya Allah ta’ala akan menutupi aibnya di hari kiamat . (HR. Muslim no. 2590).

Sungguh siapa yang tak butuh untuk di tutup aibnya pada hari di perlihatkan amalan di hadapan seluruh makhluk?

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚوَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui“.(QS. An-Nur: 19)

Syaikh Utsaimin ketika menjelaskan ayat ini menyebutkan bahwa menyebarkan perbuatan keji memiliki dua makna,

  1. Seseorang yang suka menyebarkan perbuatan keji kepada masyarakat muslim ,entah dengan menyebarkan gambar dirinya atau orang lain yang diharamkan Allah (termasuk didalamnya orang yang memiliki kemampuan untuk mencegah akan tetapi ia tidak mencegah).
  2. Seseorang yang suka menyebarkan gosip atau kabar-kabar yang keji terhadap perorangan . Hal ini seperti yang dilakukan oleh para munafiqin di zaman Nabi -sampai saat ini- yang menuduh ibunda orang-orang beriman dengan perbuatan zina,yang mana Allah menurunkan 10 ayat di surat An nur yang menjelaskan kesucian ibunda ‘Aisyah kekasih Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Wabillahi Taufiq.

 

Ditulis oleh, Abdul Aziz Ghalib Al Uwainy

 

Refrensi:

  1. Kitab Syarh Riyadhu Shalihin karya Syaikh Utsaimin  bab 28 jild 3.